Seseorang telah menorehkan belati kemulutku, membuat luka yang panjang dan mengeluarkan darah. Darah itu menetes membasahi tubuh yang tak berbaju ini. Teriakan yang keluar hanya berupa suara tak jelas karena mengerang kesakitan. orang itu tak sedikitpun tersenyum atau tertawa senang menyeringaipun tidak, wajahnya sedingin patung kemerdekaan.
Tak puas hanya begitu orang itu lalu mengayunkan belatinya lagi menorehkan luka panjang di urat nadi, membuat goresan panjang terus ke dada. tak adalagi suara yang keluar setelah itu. Tapi aku masih hidup dan dapat melihat wajah orang itu. wajah itu milikku.
——-
Seseorang terduduk di pengadilan siang ini, kepalanya tidak tertunduk sama sekali matanya menatap kosong ke depan. Raut wajah yang dingin itu seperti tak memiliki ekspresai sama sekali. Tiba-tiba ruangan di kejutkan dengan suara palu yang menggelegar. Bunyinya menggetarkan sekujur badan bergema sampai ke gendang telinga merobek isi jantung. walaupun suara yang menakutkan itu sudah tak terdengar lagi badan ini tak juga mau berhenti bergetar. Hukuman telah di jatuhkan, aku terkurung di tubuh yang jiwanya sudah berkali-kali mati.
Desember 27, 2007 pada 5:54 pm
deep
mati karena jasad berpisah itu takdir
tapi mati karena jiwa yang membeku itu pilihan
btw.. aya naon bedh???
Desember 27, 2007 pada 5:56 pm
eh pertamax???
*mengucek mata tak percaya*
Desember 27, 2007 pada 5:59 pm
tanggung
katanya ga afdol kalu pertamax ga di lengkapi dengan hetrix
Desember 27, 2007 pada 6:28 pm
> aku terkurung di tubuh yang jiwanya sudah berkali-kali mati
huhu… kok menyeramkan yaa…. haha… tp bagusss deeeh… gw rasa kata2 tsb sdkt menohok jantung setiap manusia…
Desember 27, 2007 pada 7:45 pm
apakah ini sebuah kontemplasi dari kesadaran?
Desember 27, 2007 pada 10:09 pm
Sapa yg dipenjara Bedh?
Desember 27, 2007 pada 10:25 pm
Penjara.. tubuh hanya penjara bagi jiwa manusia.. sayang, jiwa yang mai bersemayam dalam tubuh.. benar! mayat hidup! ihh, serem jadi takut..
Desember 27, 2007 pada 11:57 pm
bedh..abis nyolong apa ampe msk pengadilan?
Desember 28, 2007 pada 1:37 am
mak fetish dang!!
*nyari kostum koil*
————————————-
Request review Marie Digby – Spell dong bed!!
Desember 28, 2007 pada 8:51 am
wah..DEBUS ya???
Desember 28, 2007 pada 11:56 am
•ordinary
sepertinya saya memilih untuk di bekukan may.
gak knapa-napa kok may
thx.
•ordinary
klilipan yah?
•ordinary
*tendang yang hetrix ke awan*
•Nane
seperti kata may, itu pilihan.
•extremusmilitis
wah gw nggak ngerti nih?
kontemplasi dari kesadaran?
skip dulu degh, masih nggak ngerti arti kontemplasi tu apa.
gpp yah?…. bis nggak ngerti gw.
•Praditya
belom ada yang mengajukan diri lagi dit, lo mau?
:Lol:
•Gempur
memang menakutkan, jangan sekali-kali degh lo ngerasain. liatnya aja serem pa lagi ngalamin
•kuchikuchi
nyolong bunga belaga jadi kumbang, padahal tawon
•bayu

pecut bay, pake cambuk kulit.
si anjing balik lah ke bandung, kalo ndak aku yang nyusul ni ke jakarta?
eh bagus juga tu…..sekalian liat barnes merit. woi aku ke sana lah malam ni. kau masih di jakarta kan?
____________________
reviewnya sementara:
cantik kaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
ntilah reviewnya paten lagunya tuh.
aku gi malas mikir pa lagi nulis wiwiwiwiwi
•tukangkopi
gak kok biar seram aja, biar keliatan jantan gitu
Desember 28, 2007 pada 4:43 pm
Kok ceritanya membuat merinding ya
Desember 28, 2007 pada 8:32 pm
Bedh, biarlah waktu yang mengobati lukamu itu.
Wajah itu milikmu, ya, selalu akan menjadi milikmu. Ia tak pernah mati meski jasad terkubur jiwanya hidup dalam jiwamu, Bedh.
Keputusan yang mengerikan, Bedh, karena masih memilih terpenjara di tubuh yang jiwanya sudah mati.
Desember 28, 2007 pada 8:33 pm
Bedh, saya salut. Caramu bercerita kali ini benar2 mantap. coy…..
Desember 28, 2007 pada 8:57 pm
seringkali keinginan hanya menjadi impian, tak jarang cita-cita kandas karena persolan idealisme, belenggu apa kira-kira yang memenjarakan mu kali ini?
Desember 28, 2007 pada 9:38 pm
lha memang kamu melakukan kejahatan apa ?
Desember 28, 2007 pada 9:45 pm
•sigid
bacanya deket jendela sih, coba ditutup dulu jendelanya
•hanna 1&2
ya saya rasa kamu benar.
mengerikan memang, tapi cuma itu pilihan yang masuk akal dan logis wat dilakukan.
thx yah.
i owe u one.
•hadi arr
yup saya rasa itu juga ada benarnya. tak semua keinginan harus jadi kenyataan.
•bacteria
saya melakukan pembunuhan berencana
huhuhuhuhuhuhu
*gak enak ternyata kalo nggak pake huhuhuhuh
sorry han. sepertinya magic word itu akan saya pake lagi
Desember 28, 2007 pada 10:24 pm
Setahuku sih kontemplasi itu adalah merenung-kan. Dalam kasus ini merenungi arti dari kesadaran
Desember 28, 2007 pada 10:49 pm
waaah ceritanya berdarah2
sampai gak terasa darah saya di tangan karena kebeler ini…
ternyata rasa membaca itu lebih membatin daripada luka di tangan
salut!
Desember 28, 2007 pada 11:10 pm
Huy, ganti leot gak bilang2…
Jadi pangling neh…
Desember 29, 2007 pada 3:27 am
•extremusmilitis
duh saya kok masih bingungyah….
mungkin itu suatu proses yah?
kalu benar begitu saya belum menyelesaikannya
•Kurt
ni nggak tau pujian pa nertawain. tapi saya anggap sebagai suatu pesan saja,
mudah2an nggak sampe membathin pak
thx.
•Praditya
beda yah dit.
bosen aja. pengen bikin sendiri themes nya tapi lom bisa.
ajarin dung, biar bisa sekeren punya adit.
Desember 29, 2007 pada 7:49 am
Biarlah raga dipenjara asal jiwa bebas bermakna?
Mudah2an gak dipenjara beneran ya…
Desember 29, 2007 pada 12:36 pm
ya ampun, sadis banget ceritanya…
uhmmm… kira2 maksudnya gimana, ya?
kayaknya maknanya dalem, deh…
Desember 29, 2007 pada 4:22 pm
tuker tambah sama jiwa yang maish idup aja, mas…
Desember 30, 2007 pada 5:18 am
kok gak disebutkan penjara mana? berapa lama? kehidupanya keras gak?
Desember 30, 2007 pada 6:58 am
•indra1082
hhuhuhuuh mudah2an jangan pernah degh
•Juminten
gak kok, biasa aja. dibuat-buat seperti seram doang.
•nieznaniez
huhuhu kayanya gak bisa, gak ada yang mau nerima barang rijek nih.
•akafuji
huhuhuhu
gak ngerti juga tuh.
satu2nya yang keras mungkin tinggal kepalanya.
keras kepala.
Desember 30, 2007 pada 8:46 am
Bedh bedhhhh
ini sinopsis buku apa?
ato pelem apah?
—————-nampaknya seru, heheheheheheh……
gw gak nyangka bedh,,,, (hikshiks ampe nangis nihhh)
dibalik penampakkan elu,,,, dibalik imej elu,,,
punya bakat terpedam: pemikiran religius, hayyahhhh….
ini inspiring,,,
hikshiks… bedhbedh….
Desember 30, 2007 pada 6:31 pm
Met Tahun Baru 2008
Wish You All The Best And Success
Salam Militis!!!
Desember 30, 2007 pada 9:30 pm
Met Tahun Baru 2008
Sukses selalu ya, Bedh…..
Tahun depan lebih semangat lagi, okey?
Setidaknya masih ada seorang sahabat, Hanna yang akan terus mengkompori, he he he *sok perhatian minta ditimpukin luit*
Sampe ketemu tahun depan ya, Bedh…
Desember 30, 2007 pada 9:39 pm
Selamat tahun baru 2008
Mudah2an bertambah kebaikan.. Amin
Desember 30, 2007 pada 10:38 pm
ada apa , kenapa ?
Desember 31, 2007 pada 9:51 am
weis…
walo gak ngeh cerita tentang apa *wekekeke*, tapi manteb juga nulisnya…
kek reinkarnasi jadi orang laen yang dihukum mati juga gitu ya, bedh?
Desember 31, 2007 pada 10:21 am
SELAMAT TAHUN BARU 2008
Desember 31, 2007 pada 1:18 pm
Tapi aku masih hidup dan dapat melihat wajah orang itu. wajah itu milikku.
Kesimpulan: berarti aku SALAH NDELOK or disoriented
… suara yang menakutkan itu sudah tak terdengar lagi badan ini tak juga mau berhenti bergetar. Hukuman telah di jatuhkan, aku terkurung di tubuh yang jiwanya sudah berkali-kali mati.
Kesimpulan: bahkan jiwa yang sudah berkali-kali mati pun masih ketakutan juga mendengar bunyi palu putusan hakim, or yang lebih ringan sempritan polisi.
Desember 31, 2007 pada 6:45 pm
nga enak taon baruan dipenjara. enakan jalan2. *oot*
Met taon baru, bedh.
sukses dan makin oke di taon depan.
Januari 2, 2008 pada 12:38 pm
Pengalaman pribadi 3 tahun lalu itukah, bro?
*sok teu*
Januari 2, 2008 pada 2:33 pm
Pasti dalam lukanya ya mas … met tahun baru yah!!
-Ade-
Januari 3, 2008 pada 11:28 am
met tahun baru, postingan yg atas nda ada komentya sich
Januari 3, 2008 pada 1:07 pm
Bedh..!!! ayo dunkkk wake up!! tahun baru nech..masa masih merelakan jiwamu mati berkali-kali…
semangat dunk semangat!!
*sotoy mode: on!
Januari 7, 2008 pada 9:32 pm
Eh, ini pada ngomongin apa sih?
*bego mode:ON*
Januari 8, 2008 pada 9:35 pm
blom di apdate yach?
*pulang dgn keciwa
Januari 9, 2008 pada 11:34 pm
@bedh
eeee baru baca aku dang,..
segan eh,..
nggak jadi ke barnez yah,..
*kaburrrrrrrrrrrrrrr
@ina
si abed pindah rumah ke http://www.bedhiah.com
April 1, 2008 pada 4:52 am
seperti supernova….
November 6, 2008 pada 9:31 pm
maksudnya jiwa yang terpenjara dalam tubuh yang hidup tak mau, tapi mati ga bisa????
Februari 2, 2009 pada 1:20 pm
Selamat siang bedh saya mau mengomentari Happy New Year, maaf krn di item itu no koment, Di tahun yang baru bukan hanya pesta dan hura-huranya tetapi moment yang penting untuk mengadakan pembaharuan, dan lebih menitik beratkan pada kepastian untuk berubah dan bertobat. Karena dalam Tahun yang baru, dengan pengharapan baru juga dengan sikap yang baru, sehingga kita Optimis menjalani tahun 2009 dengan Anugrah dan berkat yang dari Atas. Okay sukses untuk bedh.
Regards, agnessekar.wordpress.com
Februari 2, 2009 pada 4:12 pm
wah ngeri sobat
penjara itu menakutkan
apalagi kalau kita ternyata tidak bersalah dan tersalahkan