hari ke dua di bali
sesak sekali hari ini luka lama tersayat lagi, cuma kali ini akan kubiarkan menganga biarlah hari ini tak mau ku tipu diri lagi dengan tidak mau mengakuinya sebagai kepedihan
sebuah motor adalah alat yang tepat untuk semua ini,
ketika matahari sudah mulai sedikit menampakan terangnya kuarahkan sepeda motor ini ke arah nusa dua, dengan iphones yang hanya mampu menyimpan satu lagu ku kendarai motor ku dengan lagu Aku Lupa Aku Luka dari band koil, tak ada lagi lagu jazz yang mendayu….hari ini aku marah aku lagu lembut tak lagi mampu menghentikan darah.
di jalan protokol yang tak begitu jauh dari tempat menginapku, lagu telah dimulai dengan gebukan drum yang serasa seperti bunyi genderang perang, darah ku bergejolak. di tambah bunyi distorsi gitar ku paksa motorku melaju lebih kencang…..
suara otong mulai terdengar darah pun serasa mengumpul di kepala, suara otong yang serak dan bisa di bilang tidak merdu itu telah mampu memacu amrahku ke tempat yang lebih tinggi lagi…
setelah lagu selesi untuk pertama kalinya motorpun sudah melaju dengan sangat kencang tak perduli lagi cacimakian dari pengguna jalan lain dengan klaksonnya yang ada hanya aku, marah ku dan lagu luka dari koil.
diputar untuk ke dua kalinya ternyata tak menyurutkan gelombang ini lalu dengan sedikit berteriak sambil jalan kumulai mengikuti suara otong
“mengatasi keputusasaan
menyakiti diriku sendiri
aku memacu seluruh waktu memburu jantungmu
dan semua yang kujalani dan harapkan ternyata membuat kecewa
pil pahit kegelapan akan mematikan rasa jiwa raga
luka luka luka luka
aku lupa luka luka luka luka
menangis meratapi kebodohan memahami dan tinggalkan mimpi
aku melantun kanlagu pedih menutup hatiku
dan semua yang kuberikan dan serahkan dan pinjamkan takkan kuminta
sebening kehampaan doa menghambarkan luka luka luka luka”
kuterus bernyanyi menyatu dengan lagu dengan teriakan ku ditengah2 bunyi suara motor yang melaju kencang merupakan luapan kemarahan yang menegangkan, ternyata motor sudah kupacu dengan sangat kencang sehingga nusa dua yang lumayan cukup jauh itu tak terasa sudah di depan mata. kupelankan laju motorku dan mematikan lagu yang ntah sudah beberapa kali kuulang itu.
update, 27 nov

photo lirik dan lagunya dapat di cari dan di download di sini
atau bisa juga di sini.
njist siga di bere naon we jeung maneh tong ngiklankeun album maneh di dieu huhuhuhu tapi salut banget lah ma koil yang nggak mengkomersilkan album black shine on dan bisa di donlot dengan gratis.
——
perjalanan di pantai nusa dua hanya di isi dengan kesepian dan kesunyian cuma kali ini aku berjalan kaki menyisiri jalan serapak di dekat tempat peribadatan di atas bukit itu. di tepi bukit tersebut jalan terputus karna di bawahnya sudah jurang yang di hiasi beberapa karang, aku menghabiskan cukup lama waktu dengan duduk di tepi karang itu.

ternyata karang tak sekuat yang di bilang orang2, dia memang tetap berdiri tegar tapi tubuh nya telah hancur berantakan penuh luka di hantam oleh ombak.
November 19, 2007 pada 8:31 am
wah wah….pertamaxxxxx
tapi bingung maksutnya…hwehwehwe….
November 19, 2007 pada 6:34 pm
*owbeth
sama gw juga huhuhuu
November 22, 2007 pada 11:06 am
wah..seneng nulis puisi ya..
keren!!
keren banget !!!
tapi saya blm tau artinya..
eh, bedh ini orang bali ya?
November 22, 2007 pada 12:25 pm
ouw.. gi di Bali toh??
gi ngapain nih di sono??
gak mgkn cm krn mo nulis puisi aja kan..
puisinya keren, tp dt krg ngerti ama puisi2an.. xp
November 22, 2007 pada 2:32 pm
*elmina
aku bukan orang bali tapi kmaren gi jalan ke bali
*deethalsya
di bali liburan doang
bukan mo nulis puisi kok cuma mau bikin dosa aja
huhuhuhu
yang diatas itu bukan puisi
tapi lirik lagu aku lupa aku luka dari album backlight shine on nya koil
aku cuma kebut2an di bali sambil dengerin lagu itu huhuhuhu
November 22, 2007 pada 3:48 pm
eh itu lagu sapa??
November 22, 2007 pada 3:49 pm
halah udah dijawab diatas… kayaknya tuh lagu asyik banget dah
upload dong
November 22, 2007 pada 4:13 pm
*almascatie
duh nggak ngerti carana upload di wordpress
tapi coba aja cari multiply pasti ketemu
ato beli majalah roling stone yang baru juga ada soalna
band ini nggak ngejual album terbarunya di toko2 kaset
tapi dibagi2in secara gratis setiap beli majalah rolingstone yang baru
lagunya mang keren apalagi wat di dengerin sambil naek motor ato mobil
November 27, 2007 pada 1:22 pm
memang asik tancap gas klo pas ‘luka’ serasa punya 13 nyawa
November 27, 2007 pada 3:02 pm
*joyo
wah mas joyo ini rupanya juga pernah mengalami luka yang udah dibawa tancap gas huhuhu
November 27, 2007 pada 3:51 pm
wahh saya jd rindu bali..ngmg2 udah pernah ke lombok blm? (loh kok jd off topic yah :p)
November 27, 2007 pada 4:10 pm
*kuchikuchi
sayang sekali belum tuh rencananya waktu itu juga mau ke sana tapi voting menyatakan lain jadi gagal degh, katanya sih banyak banget tempat2 baru yang keren2 banget ada satu nama yang mereka sebutin tapi saya lupa lagi something like guilty /guirly/ garly ato apalah cuma rada jauh dari denpasar temen2 yang lain rada males ke sana, ada juga yang namanya amet/amed gitu, kita juga nggak jadi ke sana karna temen saya lebih memilih ngeliat turis bule telanjang di 66 dari pada harus ke tempat daerah yang susah transportasinya. denger2 amet itu tempatnya kaya di film the beach gitu duhhhh keren banget pasti
Desember 8, 2007 pada 7:20 pm
[...] saya dibentur dan membentur saya tak peduli beberapa lagu masih melantun tajam kemudian, sebentar aku lupa aku luka. kemudian kegilaan di hentikan dengan tarian 3 orang dancer yang hampir tidak mengenakan pakaian, [...]